Surat Cinta Antara Penjual Buah dan Penjual Sayur

Isi Surat Cinta dari Penjual Buah:

“Wajahmu emang MANGGIS, watakmu juga MELONkolis, tapi hati ku NANAS karena cemburu. Nafasku SIRSAk, hatiku ANGGUR lebur. Ini DELIMA dalam hidupku. Emang ini SALAK ku jarang APEL malam minggu. Ya Tuhan…. mohon BELIMBING mu… Kalau memang perPISANGan ini yang terbaik, aku rela. SEMANGKA kau berbahagia denganpria lain.” Dari: DURIANto…

 

surat balasan dari penjual sayur:

“Membalas KENTANG suratmu itu, BOKOLI sudah ku bilang jangan tiap datang RAMBUTAN mu selalu kusut , JAGUNG mu gak pernah dicukur, disuruh datang malam minggu, eh.. nongolnya hari LABU. Ditambah lagi kondisi keuangan kamu makin hari makin PARE. Kalau mau nelpon aku aja kamu harus ke WORTEL.. Terus TERONG aja, cinta ku sudah TOMAT..!!!! Jangan KANGKUNG aku lagi..!!! CABE deh….” Dari SAWIyati..

9 thoughts on “Surat Cinta Antara Penjual Buah dan Penjual Sayur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s