Kisah Antara Kita (part 1)

Ingatkah kau saat itu, pertama kali kita berkenalan di kelas drama ketika masih di bangku SMP. Pada awalnya aku tau nama mu di bimbingan Matematika, namun aku tak begitu berani menyapa mu. Sejak saat itu aku sudah sedikit menyukaimu, karena kau cantik dan pintar.

Waktu berlalu begitu cepat, bimbingan Matematika untuk kami anak kelas IX sudah ditiadakan. Sejak saat itu aku sudah jarang memikirkanmu. Namun nasib berkata lain, kita bertemu di Ekskul Theaterm Disaat itu kita mulai sedikit akrab, apalagi semenjak kau berperan sebagai pasangan ku di drama itu. Namun pada saat itu hatiku jatuh cinta pada orang lain, anak baru di kelas VII. Hari-hari ku lalui bersama dia, namun aku dikecewakannya. Aku di putuskannya tanpa alasan yang masuk akal. Semua kenangan ku di bangku SMP mulai ku lupakan sedikit demi sedikit. Aku berharap bisa mendapat kebahagiaan ketika masuk SMA. Memang benar semua itu, awal masuk SMA adalah kebahagiaan ku. Aku bisa berkenalan dan memadu kasih dengan “matan pacar teman”ku. Hari-hari ku lalui dengannya dengan perasaan bersalah kepada temanku. Oleh karena itu ku putuskan untuk meninggalkannya.

Beberapa bulan setelah kejadian itu tiba-tiba aku merindukanmu. Maka aku pun menghubungi mu lewat SMS. Bercerita tentang kehidupanku yang kelam di masa lalu bersama mu. Entah kenapa ketika aku menceritakan semua penderitaanku ke pada mu, aku merasa nyaman. Mungkin karena perhatian dan kelembutanmu membuat hatiku damai. Aku pun mulai menyukaimu. Aku sengaja bercerita tentang rasa sedih ku karena ditinggalkan oleh wanita yang ku cintai saat itu ialah karena untuk mendapatkan perhatian darimu.

Tanggal 10 November 2007, jam 10 pagi ku ungkapkan semuanya padamu. Waktu itu aku ragu, karena mana mungkin wanita secantik dan sepintar kamu mau menerima cintaku. Ah, bodohnya aku.

Lalu ku ungkapkan semua perasaan ku padamu bahwa aku cinta kamu. Aku gugup, takut, cemas, dan malu bila kau menolak cintaku. Lalu kau bilang padaku bahwa kau butuh waktu 3 hari untuk memikirkannya. Oh Tuhan, 3 hari itu sangat lama dan aku tak sanggup berada dalam tanda tanya besar selama itu. Hal itu kau lakukan karena kau ragu akan pernyataan cintaku padamu. Lalu kau pun mulai mengintrogasi sahabat-sahabat ku mengenai kebenaran bahwa aku mencintaimu. Ternyata teman-temanku mengatakan bahwa aku serius. Padahal aku tidak pernah bercerita kepada mereka bahwa aku suka kamu. Mungkin teman-teman pahan akan keadaanku yang selalu dikecewakan oleh wanita yang ku cintai, oleh karena itu mereka berharap kau bisa menerimaku apa adanya.

Akhirnya, jam 19.00 WIB kau mengirimkan balasan melalui SMS. Aduh, betapa gugupnya aku saat itu. Yah, diterima atau gak itu urusan nanti. Yang penting ku siapakan mental untuk memberanikan diri membaca SMS dari kamu. Ka mengatakan.. “Jika kaka benar2 sayang sama ade, oke ade terima. Kita jalani saja dulu hubungan ini. Karena ade juga sayang sama kaka..” ah… betapa bahagianya aku saat itu. Hatiku berbunga-bunga. Aku tertawa sendiri sampai dikatakan stres oleh kakak ku. Ah, aku tak peduli karena aku sedang bahagia. Sepertinya tak ada kebahagiaan lain selain itu… hahaha…

 

To be continued….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s