Menyanyi, Melatih Kepekaan

Bagi sebagian orangtua, menyanyi masih dianggap sebagai suatu hal yang kurang penting dibandingkan pelajaran sekolah lainnya. Oleh karena itu, orangtua pun umumnya tidak mendorong anaknya untuk bisa bernyanyi, atau paling tidak mengajak anak menyukai lagu-lagu dan turut menyanyikannya.
Kedaan ini, ditambah lagi dengan pelajaran kesenian atau menyanyi di sekolah yang umumnya lebih banyak mencekoki anak dengan teori daripada praktik, sehingga pelajaran itu tidak menarik. Anak terpaksa menerimanya, karena mereka pun dituntut mendapat nilai bagus untuk mata pelajaran itu.
Akibatnya, anak justru merasa tertekan dan membenci mata pelajaran tersebut. disamping itu, dengan banyak praktik, otot suara dan kepekaan pendengaran anak bisa terlatih.
Meskipun pengetahuan tentang berbagai teori menyanyi juga diperlukan seorang anak, tetapi cara mengajarkannya sebaiknya tidak kaku dan berpatokan hanya dengan buku. Anak tetap bisa mengetahui beberapa macam  nada misalnya, dari suara-suara yang diperdengarkan langsung oleh dirinya sendiri atau teman-teman sekelasnya. Dari praktik menyanyikan lagu-lagu dengan benar, anak bisa langsung merasakan adanya berbagai warna nada seperti tinggi-rendah, panjang-pendek, keras-lembut, dan sebagainya.
Dari kegiatan ini, anak belajar tentang keselarasan nada, anak bisa mengetahui atau merasakan kapan suatu lagu dimulai dan sebagainya. Bernyanyi secara berkelompok memberikan pemahaman pada anak bahwa bernyanyi bersama itu membutuhkan tenggang rasa, kebersamaan dalam ucapan yang bisa menghasilkan keselarasan nada.
Menghadapi anak yang bersuara sumbang pun seharusnya guru tidak langsung  memvonis anak tak bisa menyanyi atau tak diikutkan dalam kegiatan tersebut. Anak bersuara sumbang tetap bisa dilatih agar mempunyai kepekaan padaseni suara, caranya antara lain dengan memberinya alat musik seperti angklung sehingga ia tetap bisa ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan itu.
Untuk menarik minat anak-anak pada seni suara, lirik lagu pun harus diperhatikan. Orangtua atau pun guru sebaiknya benar-banar memilihkan lagu yag liriknya mudah diucapkan, dihafal dan dimengerti artinya oleh anak-anak.
Lirik lagu yang baik aka bermanfaat pula untuk mengajarkan anak tentang berbagai hal dalam kehidupan ini. Bila si anak menyukai sebuah lagu, ia akan berusaha mencerna makna lirik tersebut. Kalau anak mengerti liriknya, biasanya secara spontan gaya anak-anaknya akan keluar. Orangtua dan guru sebaiknya tidak mengarahkan anak untuk bergaya sesuai dengan keinginan orangtua atau guru.
Bila anak sudah mampu menyanyikan sebuah lagu dengan baik, baik orangtua maupun guru diharapkan mau memberikan pujian atau tepuk tangan. Hal ini tampaknya sepele saja, namun sangat memberi manfaat bagi si anak untuk memupuk rasa percaya diri dan keberaniannya.
Ada sebagian orangtua yang ingin anaknya mempelajari suatu alat musik. Bila si anak berminat, memang tak ada salahnya. Namun, sebaiknya orangtua tidak memaksa kehendaknya. Kursus musik relatif mahal biayanya, belum lagi itu berarti orangtua harus menyediakan pula alat musiknya di rumah. Karena tanpa tersedianya alat musik di rumah seperti yang dipelajarinya di tempat kursus, akan menghambat perkembangan si anak.
Oleh karena itu, bila orangtua ingin anaknya mendapat kepekaan seni suara dan musik, di samping dari sekolah, orangtua bisa menyediakan alat musik yang harganya relatif terjangkau, seperti pianika, atau menyediakan berbagai kaset lagu anak-anak atau instrumentalia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s