Fenomena Tragis Pendidikan Anak

Kerapkalai orang tua mengeluhkan bayaknya materi yang harus dipelajari anak, bahkan ketika anak masih duduk di bangku sekolah dasar. Materi yang terlalu banyak, selain memberatkan anak, juga bisa membawa dampak buruk terhadap perkembangan jiwa anak. Anak-anak yang dirampas masa bermainnya cenderung menjadi bermasalah satelah tiba masanya ia dituntut lebih menekuni pelajarannya secara penuh. Kerugian lain, karena sebagian materi pelajaran yang dianggap membebani anak itu sesungguhnya sesuatu yang tidak begitu perlu diberikan.
Selain itu, cara belajar-mengajar bukan dengan metode dialog, dinilai kurang mengangkat potensi kreatif yang ada pada diri setiap peserta didik. Anak secara pasif saja menerima dan tidak terbiasa dilatih memberikan suatu pengertian, definis atau konsep dengan kata-katanya sendiri. Hal itu disebabkan oleh tradisi pendidikan di negeri ini yang menyuruh para peserta didik hanya menghafal saja tanpa adanya pemahaman bagi anak tentang apa yang sedang dihafalnya. Bahkan untuk beberapa bidang studi, sering melebihi kemampuan daya serap abstraksi anak. Seperti halnya pelajaran sejarah, anak didik masih saja dituntut untuk menghafal tahun, nama tokoh, atau pun tempat kejadian tanpa memetik hikmah dari balik peristiwa sejarah yang bisa dijadikan bekal untuk memperkaya nilai kehidupannya.
Jika dibandingkan dengan metode pengajaran yang dipakai Amerika atau Australia, metode pendidikan kita jelas jauh tertinggal. Di  Amerika atau Australia menekankan pengajaran yang membiri pengenalan dan bersifat memberi pengalaman lapangan, serta tidak terlalu banyak teori. Misalnya, melihat lebih dekat tentang kesibukan kantor polisi, pemadam kebakaran, ataupun cagar budaya yang ada di wilayahnya. Ini jauh memberi manfaat daripada sekedar menghafal nama sekian puluh kecamatan di wilayahnya, tanpa diajak melihat sendiri seperti apa wujud kecamatan atau kesibukan apa yang berlangsung di puskesmas, terminal atau bank.
Pelajarn mengarang di sekolah sebagai salah satu cara melatih sistematika berpikir anak cenderung diabaikan. Padahal cara ini besar manfaatnya bagi pengembangan keahlian yang bakal dimiliki anak kelak, untuk biadang profesi apapun. Sementara anak-anak di dunia barat dibiasakan mengekspresikan buah pikirannya dengan tulisan, dan dikerjakan sama lancarnya dengan ungkapan lisan. Selain itu, sistem peringkat di sekolah juga telah meresahkan orang tua. Seorang anak bisa turun atau naik peringkatnya yang disebabkan oleh bukan bidang studi inti. Orangtua yang ambisius akan memaksa anaknya untuk mengikuti berbagai macam pelajaran tambahan (les) agar bisa naik peringkat atas. Tanpa disadari, kegiatan sehari-hari anak tersebut menyita banyak waktu dan mengakibatkan hilangnya kesempatan bermain.
Pendidkan yang memaksakan anak menerima beban melebihi kapasitasnya, tentu saja membuat anak berkembang secara tidak sehat. Keinginan untuk menciptakan anak “super”, bisa jadi justru menghasilkan anak bermasalah. Fenomena lain tentang pendidikan di Indonesia ini ialah tentang UN (Ujian Nasional). UN merupakan progaram pemerintah untuk menentukan kualitas pendidikan di negara ini. UN juga merupakan tolok ukur yang menentukan kelulusan anak didik dengan mematok nilai standar kelulusan yang cukup tinggi, tanpa adanya pertimbangan lain untuk kelulusan bagi anak didik. Bagi yang bernilai standar atau lebih, bisa dikatakan lulus. Namun bagi yang nilainya masih kurang, bersiap-siap untuk mengulang satu tahun lagi.
Fenomena itu sungguh tragis. Betapa banyak siswa yang tidak lulus setiap tahunnya. Namun pihak sekolah tidak hanya diam menghadapi masalah ini. Ada pihak sekolah yang mengadakan pelajaran tambahan di luar jam sekolah untuk menambah pengetahuan bagi si anak didik. Bahkan tidak sedikit juga pihak sekolah yang memberikan “keajaiban” selagi UN berlangsung. Hal ini disebabkan oleh pihak sekolah malu jika ada anak didiknya sampai tidak lulus, sehingga menghalalkan segala cara untuk meluluskannya.
Harapan mencetak generasi bangsa yang cerdas, kreatif, dan berkualitas hanya merupakan mimpi. Alih-alih menjadikan generasi penuh prestasi, kini jadinya malah mencetak anak bangsa yang  pandai berbohong. Alangkah baiknya jika sistem pendidikan yang diterapkan saat ini dikaji ulang, sehingga tidak menimbulkan dampak yang terlalu berat bagi perkembangan anak didik selanjutnya.

Iklan

Kursus Mahir Dasar

 

Kursus Mahir Dasar (KMD) merupakan Kursus atau latihan menjadi pembina Pramuka tingkat dasar. Dalam pelatihan ini para calon pembina dilatih tentang teknik-teknik dasar kepramukaan. Dari teori hingga prakteknya secara langsung di alam terbuka, seperti berkemah, widegame, traditional game, dan lain-lain. Berikut ini merupakan beberapa jepretan yang bisa diambil dari kegiatan ini..

 

 

8 Kriteria Wanita Sempurna Sebagai Isteri

Alangkah indahnya hidup ini jika memiliki istri yang sempurna, berwajah elok, berahklak manis dan mau memahami kekurangan suami. Pastilah rumah tangga itu menjadi surga dunia sebelum akhirat.

Mengenai hal ini, al-Imam Al-Ghazali dalam kitabnya yang berjudul “Ihya’ Ulumiddin” menyinggung perkara-perkara yang harus diperhatikan dalam mencari seorang wanita untuk menjadi pendamping yang dapat menciptakan kehidupan ini ibarat surga.

Ada delapan perkara yang harus menjadi perhitungan kita dalam mencari istri. Yaitu:

  1. Shaleha dan taat beragama.

Inilah yang paling utama dan harus diperhatikan baik-baik, sebab jika seorang istri tidak dapat menjaga diri dan kehormatannya dari perbuatan yang tidak baik, maka berarti dia telah menghina dan merendahkan suaminya serta mencoreng mukanya di kalangan masyarakat umum. Serta hanya akan membuat bencana bagi keluarga itu sendiri.

  1. Berakhlak terpuji.

Ini juga merupakan sesuatu hal yag pokok untuk membantu ibadah kita. Sebab jika istri memiliki watak kaku, lidah tajam, berakhlak buruk dan tidak mensyukuri nikmat, maka mudharat yang timbul darinya akan lebih banyak daripada manfaatnya.

  1. Berparas ayu.

Ini juga merupakan sesuatu yang harus dicari dalam sebuah pernikahan, karena biasanya keindahan akhlak dan rupa itu tidak saling terpisah. Dengan demikian, seorang suami akan merasa cukup dengan istrinya dan tidak akan melirik wanita lain.

  1. Bermahar ringan.

Sebagaimana seperti yang telah dikatakan oleh Rasulullah,

خَيْرُالنِّسَاءِأَحْسَنُهُنَّ وُجُوْهًاوَأَرْخَصُهُنَّ مُهُوْرًا

Artinya: “Sebaik-baiknya perempuan adalah yang paling cantik wajahnya dan paling murah harganya.”

 

 

  1. Subur.

Jelas wanita yang subur adalah dambaan bagi suami, karena wanita subur akan mudah memberikan keturunan.

  1. Masih gadis.

Menikahi seorang gadis ada 3 keuntungan.

  1. Dia akan mudah mencintai suaminya, karena dia belum pernah berhubungan dengan laki-laki lain.
  2. Cinta seorang laki-laki akan lebih sempurna jika memiliki istri yang masih gadis dan belum pernah disentuh oleh laki-laki lain.
  3. Seorang gadis tidak akan merindukan laki-laki lain. Berbeda dengan Janda yang mungkin saja merindukan suaminya yang dulu. Sebab kita semua tahu, cinta pertama begitu kuat tersimpan dalam hati.
  4. Keturunan orang-orang shaleh dan taat beragama.

Seorang istri berperan penting dalam pendidikan anak-anaknya. Jika ibunya tidak terdidik dengan baik, bagaimana mungkin dia akan bisa mendidik anak-anaknya dengan baik pula?

  1. Bukan kerabat dekat.

Hal ini memang benar adanya, sebab beristrikan keluarga dekat seperti sepupu akan mengurangi gairah dalam bercinta.

Siapa laki-laki yang tidak menginginkan wanita sempurna sebagai pendamping hidupnya. Sungguh hidup ini laksana surga bila bisa mendapatkan seorang wanita sempurna dan tentunya mencintai kita. @)iN.

(Dikutip dari : Majalah “Cahaya Nabawi” Edisi no. 72 th. VII Jumadal Ula 1430 H/Mei 2009 M.)

Kemah Kader Racana Pramuka STAI RAKHA Amuntai tahun 2011/2012

Kemah Kader merupakan ujian terakhir bagi Calon Tamu Racana (CTR) agar bisa menjadi anggota Racana Pramuka Pangeran Suryanata dan Putri Junjung Buih GUDEP 03.001-03.002 STAI Rakha Amuntai. Dalam kemah kader tersebut  terdapat berbagai macam kegiatan pendidikan yang sangat bermanfaat bagi CTR.

Antara lain sebagai berikut:

Wide Game

Outbond

Sharing Asyik

Bhakti Sosial

Kultum

Menghibur Masyrakat

Dll…

Kemah kader kali ini dilaksanakn pada tanggal 29 Desember 2011 – 1 Januari 2012 dan bertempat di desa Gunung Batu, Awayan, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Kenapa selalu di Awayan? Soalnya Awayanlah tempat yang cocok untuk melatih kader-kader masa depan Racana menjadi makhluk yang berguna. Selain tempatnya yang memang bagus, masyarakatnya pun ramah.

Dalam kemah kader, CTR diajarkan berbagai macam pengajaran yang sangat berharga yakni kebersamaan. Pentingnya kebersamaan bagi kami di sini menentukan bagaimana Racana Pramuka kami ke depannya. Bukan hanya CTR, Dewan pun banyak mendapatkan pengalaman berharga dari DKH.

Berikut ini merupakan sedikit hasil jepretan kamera tim publikasi Racana kami.

Semoga kemah kader untuk ke depannya semakin baik lagi. Amin…

Gambar

Persiapan sebelum upacara pelepasan peserta kemah kader..

GambarPembekalan peserta kemah kader oleh Ka Mabigus Racana Pramuka STAI Rakha Amuntai, Ka Munadi Sutera Ali

Gambar

Proses pembangunan tenda Dewan Racana dan Tamu Racana..

Upacara Adat Waja Sampai Kaputing

Setelah bhakti Sosial membersihkan Masjid

Masak Nie yee… hehehe

Persiapan sebelum menghibur masyarakat desa gunung batu pada malam tahunbaru

Kultum di Masjid.. Wah,… iya Pak Ustazd.. hehehe

Senam Pagi.. 1, 2, 3, 4…. hehehe

Debat.. Ayo yang serius, jangan ketawa-ketawa..

Yang bersih ya..

Cakepnya kakak-kakak nich… he

Waktunya mandi…

Suasana Naik gunung batu awayan..

Ayo naik terus sampai puncak…!!! hehehe

Suasana turun gunung… hati hati yaa…

Mungkin hanya itu dulu.. see you… hehehe

Sejarah Singkat gerakan Pramuka STAI Rakha Amuntai

Gerakan Racana Pramuka STAI Rakha Amuntai berdiri pada tahun 1996. Dalam perkembangannya Racana Pramuka pada saat itu sangat terkendala oleh berbagai acam hal diantanya adalah kaderisasi yang kurang sehingga sulit untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang akhirnya mengakibatkan kefakuman.

Pada tahun 2001, Pramuka Racana ini mulai bangkit kembali oleh adanya gagasan dari para aktivis mahasiswa di kampus itu sendiri, dan diberi nama RACANA PRAMUKA GUDEP 03.01-03.02 PANGERAN SURYANATA & PUTRI JUNJUNG BUIH STAI RAKHA AMUNTAI

Berikut generasi kepemimpinan Gerakan Racana Pramuka STAI Rakha Amuntai:

GENERASI

P. SURYANATA

P. JUNJUNG BUIH

 

TAHUN JABATAN

1

MUSTAFA

NORHIDAYAH

2001-2002

2

NORHIDAYAT

BARKIAH

2002-2003

3

REZA W. H.

NISA ELYANI

2003-2005

4

SAM’ANI

NORPATILAH

2005-2006

5

AINU RIDHA

YENI ANGGRAINI

2007-2008

6

FATURRAHMAN

NURUL  IZATI

2008-2009

7

DIDI SETIAWAN

IRMA

2009-2010

8

DIDI SETIAWAN

NORMAULIDA

2010-2011

9

WAHYU

NORMAULIDA

 

Sekarang

Source: Faturrahman DKH

 

Tentunya dalam setiap organisasi pasti ada hambatan yang sulit untuk diungkapkan melalui tulisan. Begitu banyak suka dan duka yang dialami demi memperjuangkan Gerakan Racana Pramuka STAI Rakha Amuntai. Oleh karena itu, mari jadikan pengalaman itu sebagai bahan untuk badingan kedepannya agar Racana tercinta ini bisa terus berkembang dan tetap exsist di STAI Rakha Amuntai.

 

Sumber: Faturrahman DKH

Orientasi Pendidikan Kepramukaan (OPK)

Orientasi Pendidikan Kepramukaan (OPK) merupakan pengenalan terhadap kepramukaan bagi anggota baru atau disebut sebagai Calon Tamu Racana Pramuka STAI Rakha Amuntai. Ini merupakan langkah awal bagi tamu racana sebelum menjadi anggota Pramuka di Racana Pramuka STAI Rakha Amuntai. Masih ada dua tahap lagi yang harus dilewati, yakni uji SKU dan Kemah Kader. Berikut sedikit foto-foto mengenai OPK tahun 2011.

  • Pemberian Materi oleh Kak Munadi Sutera Ali
  • Rapat pelantikan dewan
  • Persiapan pelantikan dewan
  • Ini dia ketua Panitia OPK kita yang imut-imut kayak marmut.. gkgkg

  • Sebelum upacara pelantikan dimulai

Mungkin untuk sementara hanya itu yang dapat penulis postingkan, insya Allah kapan-kapan kita lengkapi dech…

SANDI RACANA WAJA SAMPAI KAPUTING

Satria sejati

Adalah mereka yang sanggup mempertahankan

Kehormatan dan harga dirinya

Oleh karenanya

Janganlah resah dan gelisah karena peredaran waktu

Setia, tahu membalas budi dan sabar dalam ketabahan

Bersyukur pada penguasa Abadi

Atas pemberian dariNya

Dan kehendaklah merasa cukup walaupun sedikit

 

Tulus ikhlas dalam beramal adalah suatu keagungan

Tukaran keberhasilan pengabdian adalah memberikan yang terbaik

Bukan mencari keuntungan pribadi

Oleh karenanya jangan titk paluh karena gawian nang sia –sia

Sekalipun menetes, hendaklah member makna abadi

 

Dengarlah pituah orang bahari

Lamun baisi parang landap

Jangan ditimpaskan dipalatar saurang

Mun sakali bajajak kahandak caram sampai kabawah talapak

Jangan bapatah bilah papadaan kita

Dan janganlah terlintas dalam hatimu

Untuk berbuat pumput diluar rincung didalam

Atau berarti suatu kemunafikan

 

Ingatlah wahai dangsanak sadulur saparinduan

Waja orang banjar, kada balabur dipanas api

Waja orang banjar, waja tampaan yang kada bapapatahan

Waja orang banjar, karas dimuara sampai kahujung

 

Berilah makna kebenaran……………………..

Dari kahandak sandi Racana kita……………..

 

WAJA SAMPAI KAPUTING